Hari ini, aku mau review anime yang diadaptasi dari novel klasik "Daddy Long Legs" karya Jean Webster. This is the best part of my childhood! Mungkin anak-anak yang dulu suka nonton chanel Spacetoon tahu anime ini.
Beberapa waktu lalu setelah baca novelnya, aku langsung gagal move on. Lanjut deh, nonton ulang animenya di You Tube. Ada beberapa hal yang enggak kusadari sewaktu kecil, tapi sekarang kelihatan jelas banget di anime dan novel ini. Terus bikin aku bereaksi, "loh, kok gini banget sih.."
Okay, kita mulai rivewnya, semoga kalian enggak bosan, yah. Warning! Mengandung spoiler, bagi siapapun yang belum baca novel atau menonton animenya disarankan untuk skip artikel ini.
Watashi no Ashinaga Ojisan, atau yang lebih familiar dengan judul My Daddy Long Legs adalah serial animasi jepang yang didasarkan pada novel klasik berjudul "Daddy Long Legs" karya Jean Webster. Amine ini pertama kali ditayangkan pada tanggal 4 Januari 1990 sampai 23 Desember 1990 dengan 40 episode. Anime ini akan membawa kita pada kisah kehidupan sekolah Juddy Abbot dan dermawan misteriusnya.
Juddy Abbot digambarkan sebagai gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan John Griger selama hidupnya. Suatu hari, kepala panti asuhan tersebut memberikan masa depan baru yang selama ini diimpikan oleh Juddy. Sebuah beasiswa ditawarkan kepadanya oleh seorang dermawan misterius dengan nama samaran Jhon Smith. Juddy hanya melihat bayangan tinggi sebelum pria itu pergi dan memanggilnya "Daddy Long Legs." Sang dermawan yang tidak ingin diketahui identitasnya itu memberi Juddy beasiswa penuh dan uang saku setiap bulan, dengan syarat Juddy harus menulis surat untuknya. Saat menempuh pendidikan inilah, Juddy mendapat teman dan sahabat, serta masuk ke dunia baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Anime ini memiliki gaya bahasa, latar tempat dan waktu yang hampir persis seperti novel aslinya. Penggambaran latar seperti gedung, sekolah, asrama, dan ruang kelas dibuat sedetail mungkin dengan nuansa klasik yang khas. Di setiap awal episodenya terdapat ilustrasi yang persis sama seperti di novel—gambar yang dibuat Juddy dalam suratnya. Alur cerita sangat bagus dan membangkitkan rasa penasaran penonton di setiap episodenya. Jelas, novel karya Jeans Webster yang berisi surat-surat Juddy kepada Mr. Jhon Smith—Jervis Pendelton—telah divisualisasikan secara sempurna. Menonton anime ini akan membuat kita lebih memahami kisah Juddy Abbot.
Namun, terdapat sejumlah perbedaan antara novel dengan anime. Terdapat penambahan tokoh dalam anime yang mendukung jalannya cerita, karakter Juddy dalam anime ini juga lebih ceroboh dan enerjik. Selain itu ekspresi tokoh sering kali berlebihan, sehingga penggambaran adegannya terlihat tidak natural.
Satu hal yang baru aku sadari saat menonton ulang novel ini setelah dewasa adalah jarak usia Juddy dan Jervis yang terbilang cukup jauh—14 tahun. Karena saat Juddy masih seorang gadis kecil, Jervis sudah bekerja di perusahaan. Bisa kalian bayangkan gimana kagetnya aku? Kita mungkin enggak akan ngeh, karena Jervis di anime emang sosok yang charming banget. Ganteng banget!
Meskipun usia bukan penghalang bagi cinta tapi dengan jarak usia itu, Jervis bisa disebut pedofil. Pedofil yang ramah dan lembut, membuat semua gadis jatuh cinta. Aku misalnya, haha..
Di ending Juddy dan Jervis menikah, yeayy! Dalam novel "Dear Enemy" yang juga ditulis oleh Jean Webster dan merupakan sekuel dari novel "Daddy Long Legs," disebutkan bahwa Juddy menikah setelah menyelesaikan kuliahnya.
Sekian rivew singkat yang dapat aku sampaikan. Semoga kalian enggak bosan baca-nya. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya pai.. Pai..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar